Fandi PBA

Jumat, 15 Januari 2021

YASMIN; SANG BUAH HATI

YASMIN; SANG BUAH HATI


Palangka Raya, 13 Januari 2020

Harisa Nur Madina 


Hari di mana hidup terasa semakin indah ketika hadirnya sang buah hati di dunia. Ya, Allah telah menghadiahi sang buah hati dalam pernikahan kami. Dialah anak kami yang merupakan anugerah dan titipan dari Allah untuk kami yang di mana kami harus menjaganya dan mendidiknya dengan penuh keimanan.


Selebihnya lagi untuk seorang ibu, Ibu diberi gelar sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Ibu adalah madrasah utama sebelum mereka lebih jauh mengenal dunia.  Maka dari itu seorang ibu harus lebih giat dalam mendidik anak-anaknya dengan iman dan takwa.


Tepat pada tanggal 04 Juni 2018 anak pertama kami terlahir ke dunia yang berjenis kelamin perempuan. Kami memberikan nama dengan sebutan Yasmin Huriyatul Jannah. Kami berharap dengan memberi nama itu Yasmin bisa menjadi bidadari surga nantinya dan tak lupa membawa orang tuanya. Ya Huriyatul Jannah diambil dari kata bahasa Arab yang di mana artinya adalah bidadari surga. Dengan harapan Yasmin benar-benar akan menjadi bidadari surga. 


Sejak di dalam kandungan kami sudah membiasakan Yasmin untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an entah itu dari speaker, ayahnya dan aku sendiri sebagai ibunya. Tapi lebih sering dari aku ibunya yang sedang mengandungnya untuk membacakan untuknya. Selain itu aku selalu membawa Yasmin    pergi ke sekolah untuk mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur'an serta mengajarkan para mahasiswi belajar tajwid setiap minggunya. Dan yang pasti sholat lima waktu tak pernah ku tinggalkan selama mengandungnya. Aku dan suamiku selalu mengajaknya berbicara dan mendo'akan untuknya agar dia menjadi anak yang Sholehah dan penghafal Qur'an dan banyak lagi lainnya. "Yasmin, jadi anak yang Sholehah nak lah, jadi penghafal Qur'an dan jadi anak yang Darmawati" Ucap suamiku yang kala itu masih menjadi calon sang ayah. Sampai pada akhirnya Yasmin terlahir ke dunia.


Semenjak dia masih bayi pun kami selalu mendengarkannya bacaan Al-Qur'an. Dan tiba di Mana dia bisa mengambil Al-Qur'an dengan sendirinya beserta rehalnya. Dia seolah-olah membaca Al-Qur'an yang padahal bacaannya masih belum terlalu jelas. "       " Ucap Yasmin saat itu dengan suaranya yang sangat menggemaskan. Setiap hari dia selalu membaca Al-Qur'an dan tiba di mana aku memberikannya buku tilawati yakni buku ngaji khusus anak-anak beserta tunjuknya. Dia sangat senang, dia semakin rajin membacanya. Entah itu pagi, siang, sore dan malam. Dia tak mengenal waktu untuk membacanya saking senangnya. Dan seiring berjalannya waktu Yasmin sudah mulai mengikuti dalam mengerjakan sholat lima waktu. Walau gerakannya belum sempurna namun itu sudah menjadi pertanda bagus untuk ke depannya. Dan ternyata memang benar bahwa anak-anak lebih cenderung mengikuti perbuatan kita. Maka dari itu berbuatlah yang baik-baik saja.


Hari demi hari, bulan demi bulan Yasmin semakin berkembang. Dari yang dia mengaji yang tak jelas bacaannya sampai pada akhirnya dia bisa membaca ta'awudz dan basmalah. Dan itu sudah membuat kami sangat senang mendengarnya. "Yasmin, dangarkan mamalah, kena Yasmin umpati" ( Yasmin, coba dengarkan mama. Nanti Yasmin ikuti ya)

"A'udzubillahiminassyaithaa nirrajiim, bismillahirrahmanirrahim" Ucapku dengan menggunakan nada rost. Ya dengan harapan Yasmin bisa membaca ta'awudz basmalah dengan baik. Tanpa dipinta Yasmin langsung menirukannya dengan kepalanya yang ikut serta bergoyang ke kiri dan ke kanan. "A uuduillah nassyaithoo ajim, laahi ahiim" Ucapnya dengan suara yang masih sangat menggemaskan. Ya begitulah dia membacanya. Masih belum terlalu sampai dan masih belum terlalu lengkap. Tapi tak mengapa itulah perkembangannya. Dari yang awalnya dia hanya bisa membacanya dengan sebutan "bilaah ajiim, laah ahiim". 

Tapi semua itu tak membuat kami sebagai orang tua berhenti untuk mengajarkannya dalam membaca Al-Qur'an. Setiap hari kami berusaha untuk meluangkan waktu untuk mengajarinya dan membaca surah-surah pendek bersamanya. Kami juga mengajarkannya cara berwudhu dan sholat lima waktu setiap harinya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebaikan harus disegerakan

- Jika engkau melihat seekor semut terpeleset jatuh di air, angkat dan tolonglah! Barangkali itu penyebab ampunan bagimu di Akhirat. - Jika ...